PEMDES GULINGAN BERSINERGI DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA DENGAN PROGRAM UDAYANA MENGABDI KEMBANGKAN AYAM PETELUR OMEGA-3
Gulingan, 21 Agustus 2026 — Pemerintah Desa Gulingan Bersinergi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana melalui Program Udayana Mengabdi di Ruang Pertemuan Sabha Utama Kantor Perbekel Gulingan, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang ini mengangkat sosialisasi pengembangan ayam petelur Free Range dan Cage Free Omega-3 sebagai salah satu inovasi yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Gulingan.
Perbekel Gulingan Bapak I Ketut Winarya hadir langsung dihadapan tim Udayana Mengabdi didampingi Ketua BPD Gulingan I Ketut Murja, S.Pd., Sekretaris Desa, perangkat dan staf desa, jajaran BPD, serta Ketua dan jajaran BUMDes Samkriya Werdhi Guna.
Tim Udayana Mengabdi dipimpin Prof. Dr. drh. Gusti Ayu Yuniati Kencana, MP, bersama Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, MSi, Prof. Ir. Mayani Kristina Dewi, MS, IPU, ASEAN Eng, Dr. Kadek Karang Agustina, SKH, MP, Dr. Anak Agung Sagung Kendran, MKes, Dr. Anak Agung Sri Trisna Dewi, MP, serta Drh. Ni Putu Sutrisna Dewi, MSi.
Perbekel Gulingan I Ketut Winarya menyambut baik program tersebut dan berharap pengembangan ayam petelur omega-3 dapat menjadi pilot project yang mampu dikembangkan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Ketua Tim Udayana Mengabdi Prof. Dr. drh. Gusti Ayu Yuniati Kencana, MP, menyampaikan bahwa Desa Gulingan merupakan salah satu desa binaan Universitas Udayana. Melalui program ini, pihaknya mendorong pengembangan peternakan ayam free-range dan cage-free yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha produktif masyarakat.
Sebagai narasumber, Dr. Kadek Karang Agustina, SKH, MP, menjelaskan bahwa konsep ayam petelur free-range bukan sekadar melepas ayam secara bebas, tetapi tetap menerapkan sistem pemeliharaan yang terkontrol. Ayam diberikan akses ke area terbuka untuk bergerak dan beraktivitas, dengan tetap memperhatikan kandang, kebersihan, kesehatan, biosekuriti, ketersediaan air, serta pengelolaan lingkungan.
Untuk menghasilkan telur omega-3, pengaturan pakan menjadi salah satu faktor penting. Pakan dapat diformulasikan menggunakan sumber omega-3 seperti biji rami, bahan pakan berbasis ikan, alga, maupun sumber pakan lokal yang sesuai. Dengan pengelolaan yang baik, telur omega-3 diharapkan memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Program ini juga diarahkan sebagai peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari pengembangan bibit dan pemeliharaan ayam, produksi telur, pengemasan, branding, hingga pemasaran. Limbah peternakan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik sehingga mendukung konsep usaha yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi Pemerintah Desa Gulingan, Universitas Udayana, dan BUMDes Samkriya Werdhi Guna diharapkan mampu melahirkan inovasi peternakan yang tidak hanya menghasilkan produk pangan berkualitas, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin