PEMERINTAH DESA GULINGAN TERIMA KUNJUNGAN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL, BAHAS PERTANIAN SIRKULAR EKONOMI HIJAU

18 Agustus 2026
KIMGulingan
Dibaca 11 Kali
PEMERINTAH DESA GULINGAN TERIMA KUNJUNGAN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL, BAHAS PERTANIAN SIRKULAR EKONOMI HIJAU

GULINGAN – Pemerintah Desa Gulingan menerima kunjungan Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam rangka berdiskusi mengenai pengembangan Pertanian Sirkular Ekonomi Hijau yang dipadukan dengan sistem pengelolaan sampah melalui TPS 3R Sapuh Jagat Desa Gulingan, Rabu (05/08/2026).

Kunjungan diterima langsung oleh Perbekel Gulingan, Bapak I Ketut Winarya, didampingi Sekretaris Desa beserta perangkat teknis dan staf Desa Gulingan di Kantor Perbekel Gulingan. Rombongan yang hadir terdiri atas I Kadek Suardika selaku Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (Pendamping Desa) Provinsi Bali, I Gusti Anom Putra selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Badung, I Made Gede Mahardika selaku Pendamping Desa Kecamatan Mengwi, dan I Putu Widhana Jina Mukti selaku Pendamping Lokal Desa.

Dalam kesempatan tersebut, I Kadek Suardika memaparkan strategi Arsitektur Sirkular Ekonomi Hijau di Desa, yaitu konsep pembangunan desa yang mengintegrasikan sektor pertanian, pengelolaan sampah, koperasi, BUMDes, hingga pemasaran hasil produksi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui konsep ini, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung pertanian organik, hasil pertanian dipasarkan melalui kelembagaan desa, sekaligus membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Menanggapi hal tersebut, Perbekel Gulingan, I Ketut Winarya, memaparkan bahwa Desa Gulingan telah lebih dahulu menerapkan konsep tersebut melalui Gulingan System, yakni sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang melibatkan seluruh masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Sistem ini didukung oleh TPS 3R Sapuh Jagat sebagai bank sampah induk desa yang terintegrasi dengan bank sampah unit di setiap banjar dan dikelola oleh Kader Kebersihan Lingkungan (Kesling).

Perbekel menjelaskan, sampah organik yang terkumpul di TPS 3R Sapuh Jagat diolah menjadi pupuk kompos berkualitas yang kemudian dimanfaatkan oleh para petani di seluruh subak se-Desa Gulingan. Pemanfaatan kompos tersebut mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus mendukung pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan.

Melalui diskusi tersebut, Tim Tenaga Pendamping Profesional menilai inovasi yang telah diterapkan Desa Gulingan sejalan dengan arah pengembangan Sirkular Ekonomi Hijau, di mana limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan diolah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat. Kedua belah pihak pun berharap sinergi ini dapat menjadi contoh penerapan pembangunan desa berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-01 WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-02_(1) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-02_(2) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-03 WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-00 WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-01_(1) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-01_(2) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-02 WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-02_(3) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-03_(1) WhatsApp_Image_2026-08-06_at_16-00-03_(2)