BPD GULINGAN LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI LIMA KELOMPOK UMKM PENERIMA PROGRAM APBDes TAHUN 2026
GULINGAN, Selasa (28/07/2026) – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gulingan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap lima kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penerima program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan fungsi pengawasan BPD terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan monitoring dihadiri oleh Ketua BPD Gulingan Bapak I Ketut Murja, S.Pd., beserta anggota BPD, Perangkat dan staf Pemerintah Desa Gulingan, Kelian Banjar Dinas di masing - Masing Lokasi UMKM.
Dalam pelaksanaan monitoring, tim melakukan kunjungan langsung ke lima kelompok UMKM, yakni Kelompok Tumpeng Sari Jagat di Banjar Dharmayasa, Kelompok Madu Kele - Kele atau Trigona Pakuaji Amertha Sari Di Banjar Munggu , Kelompok Canang Mesari di Banjar Angkeb Canging, Kelompok Sarwa Klakat di Banjar Munggu, dan Kelompok Sri Mesari di Banjar Angkeb Canging. Pada setiap lokasi, BPD meninjau pemanfaatan bantuan yang telah diberikan, perkembangan usaha, serta berdialog dengan para pelaku UMKM mengenai berbagai kendala maupun potensi pengembangan usaha ke depan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan bantuan yang dialokasikan melalui APBDes dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Hasil monitoring juga akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun berikutnya.
Melalui kegiatan ini, BPD Gulingan menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengawasan secara transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung Pemerintah Desa Gulingan dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan melalui penguatan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian desa.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin