BIMBINGAN TEKNIS KADER DAN RELAWAN LITERASI DESA GULINGAN
GULINGAN, Kamis (23-24/07/2026) – Pemerintah Desa Gulingan melalui Perpustakaan Sastra Gayatri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Literasi dan Relawan Literasi sebagai upaya memperkuat budaya membaca, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan layanan perpustakaan desa yang lebih berkualitas. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026, di Ruang Pertemuan Sabha Utama Kantor Perbekel Gulingan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendukung transformasi digital di bidang literasi, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses berbagai sumber bacaan melalui layanan perpustakaan berbasis digital.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Ni Putu Adi Astuti, S.I.Pust., Ketua BPD Gulingan I Ketut Murja, S.Pd., Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Gulingan, Ketua TP-PKK Desa Gulingan, relawan literasi yang terdiri atas perangkat dan staf Pemerintah Desa Gulingan, serta kader literasi Desa Gulingan.
Acara dibuka secara resmi oleh Perbekel Gulingan, I Ketut Winarya, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Menurutnya, keberadaan kader dan relawan literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya membaca sekaligus menjadi jembatan antara perpustakaan desa dengan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas akses pengetahuan, sehingga digitalisasi perpustakaan dapat menjadi langkah nyata untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Ni Putu Adi Astuti, S.I.Pust. dan Ni Luh Rosita Dewi, S.IP., mengenai penguatan pengelolaan perpustakaan desa, peningkatan layanan literasi, serta strategi membangun budaya baca di tengah masyarakat. Materi juga mengulas pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan perpustakaan dan penyediaan bahan bacaan elektronik agar layanan literasi semakin mudah diakses kapan pun dan di mana pun. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Sementara itu, pada hari kedua peserta mendapatkan materi dari Ni Putu Premierita Haryanti, S.Sos., S.E., M.A., dosen Universitas Udayana, mengenai penguatan peran kader literasi dalam pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, materi yang disampaikan Elis Siti Mariam, S.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi Bali bersama PT Erlangga Penerbit memberikan wawasan mengenai pengembangan bahan bacaan, inovasi literasi, serta pemanfaatan media pembelajaran digital yang menarik dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Kader Literasi Desa Gulingan, Ni Putu Eka Sri Wintari, mengaku Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi ini sangat bermanfaat. Menurutnya, rencana penempatan pojok baca di setiap banjar akan menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini. Kehadiran pojok baca diharapkan mampu mendorong anak-anak lebih gemar membaca sekaligus mengurangi ketergantungan mereka terhadap telepon genggam atau gawai. Menurutnya, apabila dipadukan dengan layanan perpustakaan digital, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses bacaan yang berkualitas.
Hal senada disampaikan oleh Kader Literasi Desa Gulingan, Ni Kadek Atik Sariani. Ia menilai Bimtek Literasi memberikan banyak pengetahuan dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Ia berharap Pemerintah Desa Gulingan terus mengembangkan layanan literasi melalui penyediaan pojok baca di setiap banjar yang didukung dengan koleksi bacaan digital, sehingga minat baca masyarakat dapat terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Gulingan berharap para kader dan relawan literasi mampu meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menghadirkan berbagai program literasi yang inovatif dan berkelanjutan. Penguatan literasi melalui perpustakaan desa, pojok baca di banjar, dan digitalisasi layanan perpustakaan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat. Dengan demikian, Perpustakaan Sastra Gayatri diharapkan terus menjadi pusat belajar masyarakat yang mendukung terwujudnya Desa Gulingan sebagai desa yang maju, cerdas, dan berbudaya melalui penguatan literasi berbasis digital.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin